Kronologi Sejarah Indonesia

Berikut ini merupakan sejarah Indonesia yang coba disajikan secara kronologis :

Pada tahun 400

Indonesia mulai diperkenalkan dengan kebudayaan India. Agama Hindu dan Budha mulai berkembang di Indonesia. Perkembangan ini langkah awal munculnya berbagai kerajaan yang bercorak Hindu atau Buddha. Di antaranya Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Pajajaran, dan Majapahit.

Pada tahun 1300

Agama Islam masuk ke Indonesia melalui aktivitas perdagangan antara kaum pedagang Muslim dan penduduk setempat [walaupun ada studi lain yang menyebutkan bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-7]. Pesatnya perkembangan agama Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya beberapa kerajaan Islam seperti kerajaan Samudra Pasai dan kerajaan Demak.

Pada tahun 1511

Pasukan Portugis memimpin perdagangan melalui Selat Malaka dan mulai membuka pelabuhan dagang di Indonesia.

Pada tahun 1619

Belanda membangun Markas Besar VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau Serikat Dagang Belanda di Batavia (sekarang Jakarta).

Pada tahun 1808

Daendels menjadi gubernur jenderal di Indonesia. Ia mengerahkan tenaga rakyat untuk membangun jalan raya dari Anyer (Jawa Barat) ke Panarukan (Jawa Timur).

Pada tahun 1811

Pasukan Inggris menduduki daerah teritorial Belanda di Indonesia, Thomas Stamford Raffles memegang tampuk pemerintahan. Pada masanya, terjadi pemungutan pajak paksa dan kerja rodi.

Pada tahun 1816

Indonesia kembali dikuasai oleh Belanda. Pada masa ini kebijakan tanam paksa diterapkan dan UU Agraria diundangkan. Kebijakan dan perluasan pengaruh kolonial menimbulkan perlawanan rakyat di mana-mana.

Pada tahun 1908

Budi Utomo berdiri. Budi Utomo merupakan organisasi pergerakan kebangsaan yang didirikan oleh para pelajar di lingkungan Sekolah Dokter Jawa (Stovia) di Batavia. Mereka mengkampanyekan betapa pentingnya mengangkat dan memajukan Indonesia melalui bidang pendidikan. Berdirinya organisasi ini mengawali pergerakan nasional.

Pada tahun 1928

Kongres Pemuda yang menghasilkan dan menyepakati sumpah pemuda. Sumpah itu memuat tekad untuk mengakui Indonesia sebagai identitas nasional mereka. Pada peristiwa ini, W.R. Supratman memainkan lagu ciptaannya yang berjudul Indonesia Raya dengan iringan biola.

Pada tahun 1942

Jepang menduduki Indonesia selama Perang Dunia II. Selama pemerintahan Jepang, kelaparan, kemiskinan, dan penyakit ditemukan di mana-mana di bawah propaganda Gerakan 3A (Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia dan Jepang Pemimpin Asia).

Pada tahun 1945

Soekarno dan Muhammad Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Belanda menolak mengakui deklarasi itu. Pasukan sekutu datang ke Indonesia dan pertempuran di Surabaya dan Ambarawa pun terjadi.

Pada tahun 1947

Agresi Militer Belanda I pun terjadi. Peristiwa ini diawali dengan konflik antara Belanda dan Indonesia karena perbedaan penafsiran atas isi Linggarjati.

Pada tahun 1948

Agresi Militer Belanda II di mana Belanda menyerang dan menduduki Yogyakarta, Ibukota Republik Indonesia pada saat itu. Situasi ini mendorong pembentukan pemerintahan darurat Republik Indonesia di Bukit Tinggi.

Pada tahun 1949

Penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Berdasarkan persetujuan ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia berubah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), yang terdiri dari 16 negara bagian. Konstitusi RIS diberlakukan.

Pada tahun 1950

Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mulai berlaku UUDS 1950 menggantikan Kontitusi RIS.

Pada tahun 1959

Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Salah satu isinya adalah kembali ke UUD 1945. Bersamaan dengan itu, demokrasi terpimpin mulai berlaku. Pada masa ini, terjadi sentralisasi kekuasaan dan penyimpangan politik luar negeri bebas dan aktif.

Pada tahun 1968

Soeharto menjadi Presiden. Masa pemerintahan Orde Baru mulai berjalan menggantikan pemerintahan Orde Lama. Misinya adalah mengoreksi secara total penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintahan Orde Lama.

Pada tahun 1998

Terjadi peristiwa reformasi. Presiden Soeharto mengundurkan diri setelah demonstrasi yang menuntut reformasi total terjadi di berbagai daerah. Hal ini terjadi karena misi pemerintahan Orde Baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 hanya slogan belaka. Korupsi, kolusi, dan nepotisme terjadi di sana-sini. Gerakan reformasi ditandai dengan berbagi perubahan, termasuk di dalam pemerintahan BJ. Habibie, Abdurrahman Wahis, dan Megawati Soekarno Putri secara bergantian menduduki kursi kepresidenan. Setelah pemilihan presiden pertama secara langsung diadakan, Susilo Bambang Yudhoyono naik menjadi presiden Republik Indonesia ke-6.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s