Indonesia Punya 1 Provinsi dan 4 Kabupaten Baru

Gamawan Fauzi (kiri), Marzuki Alie, Agun Gunanjar dan Amir Syamsuddin usai rapat paripurna memutuskan RUU tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru

Republik Indonesia kini memiliki lima daerah baru yakni satu provinsi dan empat kabupaten. Kelima daerah baru tersebut diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang pembentukan daerah otonom baru yang telah disahkan DPR dan pemerintah untuk menjadi Undang-undang.

Dalam UU yang baru disahkan ini ada lima daerah otonom baru yakni Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat, Kabupaten Pesisir Barat di Lampung, Kabupaten Manokwari Selatan di Papua Barat, dan Kabupaten Pengunungan Arfak di Papua Barat.

“Dengan demikian, jumlah daerah otonom di Indonesia saat ini menjadi 529 daerah otonom yang terdiri dari 34 propinsi dan 402 kabupaten,” kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsudin dalam pidatonya di depan anggota DPR RI dalam Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pembahasan pemekaran daerah ini sudah empat tahun ditunda. Kini, Pemerintah dan DPR merasa daerah-daerah tersebut sudah bisa dilepas. “Kalau gitu kita coba selektif. Dari 19 (daerah yang minta pemekaran) itu kita dapat menerima lima (daerah untuk dimekarkan),” kata Gamawan saat ditemui usai rapat Paripurna DPR RI, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

Pemerintah dan DPR, kata Gamawan, membuat tim gabungan untuk melihat kondisi di lapangan. Pemerintah dan DPR melakukan pembahasan kajian selama tiga minggu, yaitu kajian administrasi dan kajian keuangan.

Menurut Gamawan, dengan adanya daerah-daerah pemekaran baru itu diharapkan dapat menunjang kerja-kerja birokrasi di daerah-daerah yang dimekarkan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. “Kalimantan Utara, misalnya, punya gas, minyak dan tambang,” ujarnya.

Sumber : Liputan 6

Pembagian Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia [4]

25. Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo

Merupakan pemekaran dari Kabupaten Gorontalo dan wilayah selatan Sulawesi Utara yang bergabung serta memisahkan diri menjadi Provinsi Gorontalo. Hal spesifik yang melandasi tuntutan untuk berdiri sendiri karena perbedaan kultur (budaya). Untuk wilayah Gorontalo masyarakatnya muslim. Berbeda di utara Jazira-Minahasa yang umumnya kristiani. Provinsi Gorontalo resmi berdiri pada tanggal 15 Februari 2001. Wilayahnya terbentang antara 0,5 deajat – 1,25 derajat LU dan 121,3 derajat – 122,3 derajat BT. Luas Provinsi Gorontalo adalah 10.804 km persegi. Provinsi Gorontalo beribu kota di Gorontalo.

Lambang Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo mempunyai lambang berbentuk perisai segilima. Di dalamnya terdapat beberapa gambar di antaranya bintang, padi dan kapas, rantai, dua pohon kelapa. Bintang sebagai simbol pengakuan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Padi dan kapas melambangkan kemakmuran. Pohon kelapa merupakan komoditas utama provinsi Gorontalo. Mata rantai merupakan simbol persatuan dan kesatuan bangsa.

26. Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah

Berdiri pada tanggal 23 September 1964 dengan dasar hukum UU No. 13 tahun 1964. Provinsi Sulawesi Tengah terletak di Pulau Sulawesi pada posisi 2 derajat LU – 3 derajat LS dan 119 derajat – 142 derajat BT. Luas provinsi Sulawesi Tengah 68.033 km persegi dengan ibu kota Palu.

Lambang Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah mempunyai lambang perisai yang bentuknya seperti jantung. Di dalamnya terdapat bintang, pohon kelapa, padai dan kapas, serta gelombang. Bintang merupakan lambang keteguhan dalam mencapai cita-cita yang tinggi, selain bermakna Ketuhanan yang Maha Esa. Pohon kelapa merupakan tumbuhan yang menjadi komoditi handal untuk menyejahterakan rakyat Sulawesi Tengah. Padi dan kapas merupakan lambang kemakmuran. Kapas berkuncup 13, bergerigi 4 pada kelopaknya, padi berbiji 19, alur gelombang atas berjumlah 6 dan gelombang bawah berjumlah 4 merupakan simbol hari jadi provinsi Sulawesi Tengah tanggal 13 April 1964.

27. Provinsi Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara

Berdiri pada tanggal 22 September 1964 dengan dasar hukum UU No. 13 tahun 1964. Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Pulau Sulawesi pada posisi 3 derajat – 6 derajat LS dan 120 derajat – 124 derajat BT. Luas provinsi Sulawesi Tenggara 38.140 km persegi, dengan ibu kota Kendari.

Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara mempunyai lambang yang disebut perisai lima. Di dalamnya terdapat lukisan kepala anoa (anuang), mata rantai, serta padi dan kapas. Anoa merupakan jenis satwa khas daerah Sulawesi Tenggara. Mata rantai yang bersambung menjadi satu merupakan simbol persatuan yang kokoh. Sedangkan padi dan kapas merupakan cita-cita yang ingin memakmurkan rakyat.

28. Provinsi Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan

Berdiri pada tanggal 13 Desember 1960 dengan dasar hukum UU No. 47 tahun 1960. Provinsi Sulawesi Selatan terletak di Pulau Sulawesi pada posisi 4 derajat – 6 derajat LS dan 119 derajat – 12 derajat BT. Luas provinsi Sulawesi Selatan 62.482,54 km persegi, dengan ibu kota Makassar.

Lambang Provinsi Sulawesi Selatan

Provonsi Sulawesi Selatan mempunyai lambang yang terdiri atas unsur-unsur bintang, padi dan kapas, benteng sombu opu, badik, gunung dan petak sawah, serta perahu pinisi. Bintang simbol kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Padi dan kapas melambangkan kemakmuran. Benteng sombu opu sebagai simbol kepahlawanan yang gagah berani. Badik merupakan senjata khas masyarakat Sulawesi Selatan. Gunung dan sawah merupakan pangkal menuju masyarakat Indonesi makmur sejahtera. Sedangkan perahu pinisi simbol jiwa bahari para pelaut Bugis yang terkenal.

29. Provinsi Maluku

Provinsi Maluku

Berdiri pada tanggal 1 Juli 1958 dengan dasar hukum UU No. 20 tahun 1958. Terletak di Kepulauan Maluku pada posisi 5 derajat LU – 9 derajat LS dan 122 derajat – 136 derajat BT. Luas provinsi Maluku 851.000 km persegi, dengan ibu kota Ambon.

Lambang Provinsi Maluku

Provinsi Maluku mempunyai lambang perisai bersudut tiga. Di dalamnya terlukis daun sagu dan daun kelapa, mutiara, pala dan cengkih, tombak, gunung, laut, dan perahu. Sagu merupakan sumber kehidupan dan makanan pokok daerah Maluku. Kelapa merupakan hasil bumi yang terdapat di Maluku. Mutiara merupakan hasil alam yang khas Maluku. Tombak simbol ksatria. Gunung merupakan simbol kekayaan hasil hutan yang melimpah. Sedanglan laut dan perahu merupakan simbol persatuan dan kesatuan yang abadi. Di dalamnya terdapat pula motto “Siwa Lima”, yang artinya milik bersama.

30. Provinsi Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara

Berdiri pada tanggal 4 Oktober 1999 dengan dasar hukum UU No. 46/1999. Terletak di Kepulauan Maluku sebelah utara dengan posisi 3,90 derajat LU – 2,10 derajat LS, 123,15 derajat BB – 129,40 derajat BT. Luas provinsi Maluku Utara 53.836 km persegi, dengan ibu kota Sofifi.

Lambang Provinsi Maluku Utara

Maluku Utara mempunyai lambang berbentuk perisai segilima. Di dalamnya terdapat beberapa gambar di antaranya bintang, gunung, laut, padi dan kapas serta tulisan 1999 yang merupakan tahun berdirinya provinsi Maluku Utara. Bintang melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa. Gunung sebagai simbol kekayaan hasil hutan yang melimpah. Laut merupakan lambang persatuan dan kesatuan. Padi dan kapas lambang kemakmuran.

31. Provinsi Papua

Provinsi Papua

Berdiri pada tahun 1999 berdasarkan UU No. 45 tahun 1999. Provinsi Papua dibentuk untuk memenuhi tuntutan rakyat setempat. Pertama, nama Irian diubah menjadi Papua. Kedua, ada yang setuju Irian dipecah menjadi 3 provinsi, tetapi ada yang menolak. Solusi yang terjadi sekarang adalah tidak sepenuhnya pemekaran Irian Jaya/Papua sebagaimana amanat UU No.45 tahun 1999 terpenuhi. Semula pembagian wilayah Irian Jaya/Papua dimekarkan menjadi 3 provinsi, yaitu Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Timur. Realisasi pemekarannya hanya ada 2 provinsi, yaotu Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat. Provinsi terbentang pada 0,5 derajat – 10 derajat LS dan 134 derajat – 141,60 derajat BT. Luas wilayah 307.775 km persegi. Beribu kota di Jayapura.

Lambang Provinsi Papua

32. Provinsi Papua Barat

Provinsi Papua Barat

Berdiri pada tahun 1999 berdasarkan UU No. 5 tahun 1999. Dahulu bernama Irian Jaya Barat. Wilayah provinsi Papua Barat terbentang pada posisi 0,15 derajat LU, 5,15 derajat LS, dan 130 derajat – 133 derajat BT. Luas wilayah Provinsi Papua Barat 116.571 km persegi. Beribu kota di Sorong.

Lambang Provinsi Papua Barat

33. Provinsi Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat

Disahkan oleh pemerintah pada 16 Oktober 2004. Provinsi ini beribu kota di Mamasa dan terdiri atas lima kabupaten yaitu kabupaten Polewali Mandar, Majene, Mamasa, Mamuju, dan Mamuju Barat.

Lambang Provinsi Sulawesi Barat

Pembagian Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia [3]

17. Provinsi Bali

Provinsi Bali

Berdiri pada tanggal 14 Agustus 1958, berdasar UU No. 84 tahun 1958. Provinsi Bali terletak di Pulau Bali dengan luas 5.632,86 km persegi. Provinsi Bali terletak pada posisi 8,3 derajat – 8,5 derajat LS dan 18,25 derajat – 116 derajat BT, beribu kota di Denpasar.

Lambang Provinsi Bali

Provinsi Bali mempunyai lambang berbentuk segilima dan bertuliskan Bali Dwipa Jaya (jayalah pulau Bali). Di dalamanya terdapat bintang, candi Pahlawan Margarana, candi Bentar, rantai, kipas, bunga teratai, serta padi dan kapas. Bintang melambangkan Tuhan yang Maha Esa, candi Pahlawan Margarana melambangkan jiwa kepahlawanan rakyat Bali. Candi Bentar melambangkan keagamaan rakyat Bali. Rantai lembang persatuan. Kipas simbol kebudayaan Bali. Bunga teratai lambang singgasana Dewa Syiwa. Sedangkan padi dan kapas melambangkan kemakmuran.

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat

Berdiri pada tanggal 14 Agustus 1958 dengan dasar hukum UU No. 64 tahun 1958. Provinsi Nusa Tenggara Barat terletak di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara bagian barat pada posisi 8 derajat – 9 derajat LS dan 115 derajat – 119 derajat BT. Luas NTB adalah 20.153,15 km persegi, dengan ibu kota Mataram.

Lambang Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai lambang bersudut lima. Di dalamnya terdapat bintang, padi dan kapas, rantai, hewan menjangan, gunung, dan kubah. Bintang segilima melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa. Padi dan kapas melambangkan kemakmuran. Rantai berbentuk bulat 4 buah dan berbentuk persegi ada 5 buah yang menunjukkan angka 45 merupakan tahun kemerdekaan RI. Menjangan merupakan hewan yang berada di NTB. Gunung berasap merupakan kemegahan Gunung Rinjani yang tertinggi di Pulau Lombok (bagian dari provinsi NTB). Sedangkan kubah merupakan simbol ketaatan beragama masyarakat NTB.

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Berdiri pada tanggal 14 Agustus 1958 dengan dasar hukum UU No. 64 Tahun 1958. Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di gugusan Kepulauan Nusa Tenggara bagian timur pada posisi 8 derajat – 9  derajat LS dan 108 derajat – 125 derajat BT. Luas Provinsi Nusa Tenggara Timur 47.349 km persegi dengan ibu kota Kupang.

Lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur mempunyai lambang berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya terdapat bintang, komodo, padi dan kapas, pohon beringin, serta tombak. Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa. Komodo merupakan reptil raksasa yang khas di provinsi NTT (di Pulau Komodo). Padi dan kapas melambangkan kemakmuran. Pohon beringin merupakan simbol persatuan dan kesatuan. Sedangkan tombak melambangkan kejayaan. Angka 1958 pada lambang itu merupakan tahun terbentuknya provinsi NTT.

20. Provinsi Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat

Berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 dengan dasar hukum UU No. 25 tahun 1956. Provinsi Kalimantan Barat terletak di pulau Kalimantan pada posisi 2 derajat – 3 derajat LS dan 108 derajat – 114 derajat BT. Luas provinsi Kalimantan Barat 14.680.700 km persegi, dengan ibu kota Pontianak.

Lambang Provinsi Kalimantan Barat

Lambang provinsi Kalimantan Barat berbentuk perisai bersudut lima yang berarti bersendikan Pancasila. Di dalamnya terdapat perisai bersegi enam, mandau, keris, garis melintang di tengah-tengah, kobaran api dalam tungku, padi dan kapas. Perisai, mandau, dan keris menggambarkan kebudayaan warisan leluhur masyarakat daerah tersebut. Garis melintang di tengah-tengah merupakan lukisan garis khatulistiwa yang melalui daerah ini. Kobaran api dalam tungku merupakan semangat perjuangan yang tak kunjung padam.

21. Provinsi Kalimantan Tengah

Provinsi Kalimantan Tengah

Berdiri pada tanggal 2 Juli 1958 dengan dasar hukum UU No. 21 Tahun 1958. Provinsi Kalimantan Tengah terletak di Pulau Kalimantan pada posisi 1 derajat – 4 derajat LS dan 11 derajat – 116 derajat BT. Luas provinsi Kalimantan Tengah 153.800 km persegi, dengan ibu kota Palangkaraya.

Lambang Provinsi Kalimantan Tengah

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki lambang berupa talawang segilima dan di dalamnya terdapat gambar belanga yang terbuat dari tali tengang yang ujungnya terikat erat bersimpul mati. Terdapat pula gambar bintang, burung setinggang, talawang, mandau, sumpitan, serta padi dan kapas. Perisai dengan gambar belanga melambangkan pusaka tradisional untuk pertahanan, tali tengang lambang kekokohan. Burung setinggang lambang kebesaran. Talawang, senjata pelindung dari segala ancaman. Mandau melambangkan kejayaan Suku Dayak. Sumpitan sebagai lambang kedamaian (karena alat ini tidak boleh digunakan untuk membunuh umat), serta padi dan kapas simbol kemakmuran.

22. Provinsi Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan

Berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 dengan dasar hukum UU No. 25 tahun 1956. Provinsi ini terletak di pulau Kalimantan pada posisi 1 derajat – 4 derajat LS dan 114 derajat – 117 derajat BT. Luas provinsi Kalimantan Selatan 37.377,53 km persegi, dengan ibu kota Banjarmasin.

Lambang Provinsi Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai lambang berbentuk perisai, di dalamnya terdapat lukisan bintang, rumah Banjar, intan, setangkai padi, pohon karet, dan pita putih. Gambar bintang menunjukkan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Rumah Banjar lambang kebudayaan tinggi. Intan kambang kemakmuran. Padi dan pohon karet merupakan mata pencaharian rakyat Kalimantan Selatan yaitu bertani dan menyadap karet. Pita putih melambangkan kejujuran dan setia kawan. Di dalam perisai tersebut terdapat semboyan “Waja sampai Kaputing”, artinya kokoh kuat bagai baja dari awal sampai akhir.

23. Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur

Berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 dengan dasar hukum UU No. 25/1956. Provinsi Kalimantan Timur terletak di Pulau Kalimantan pada posisi 113 derajat – 44 derajat BT, 4 derajat LU dan 2 derajat – 25 derajat LS. Luas provinsi Kalimantan Timur 211.440 km persegi, dengan ibu kota Samarinda.

Lambang Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur mempunyai lambang berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya terdapat lukisan bintang, perisai, mandau, sumpit, tetesan minyak dan dammar. Lukisan bintang melambangkan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Perisai melambangkan perdamaian. Sumpit dan mandau melambangkan perjuangan masyarakat Kalimantan Timur. Minyak dan damar sebagai tanda kekayaan alam yang melimpah di Kalimantan Timur. Di dalamnya terdapat tulisan “Ruhul Rahayu” yang merupakan cita-cita mencapai masyarakat adil dan makmur, aman, tentram, dan diridhai Tuhan yang Maha Esa.

24. Provinsi Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara

Berdiri pada tanggal 13 Desember 1960 dengan dasar hukum UU No. 47 tahun 1960. Provinsi Sulawesi Utara terletak di Pulau Sulawesi pada posisi 0 derajat – 5 derajat LU dan 121 derajat – 127 derajat BT. Luas provinsi Sulawesi Utara 25.768 km persegi, dengan ibu kota Manado.

Lambang Provinsi Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara mempunyai lambang berbentuk perisai segilima. Di dalamnya terdapat seuntai biji jagung dan padi. Jika dijumlahkan menjadi 45 buah. Cengkih berjumlah 17 buah, dan pala berjumlah 8, merupakan simbol pengakuan kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Terdapat pula lukisan pohon kelapa di tengah-tengah yang merupakan salah satu tumbuhan utama yang menjadi andalan perekonomian rakyat Sulawesi Utara.