Nusantara Masa Hindu-Buddha : Negeri-negeri di Nusantara Abad ke-4 sampai Abad ke-6 Masehi

Di Kalimantan, ketujuh prasasti di atas tiang yang ditemukan di Kerajaan Kutai rupanya berasal dari sekitar tahun 400 M. Prasasti-prasasti itu berasal dari Raja Mulawarman, cucu seorang bernama Kudungga dan anak Aswawarman pendiri dinasti Kerajaan Kutai (vamsakartri). Prasasti-prasasti tersebut mengenai sebuah tempat pemujaan yang bernama Waprakeswara yang diduga sebagai Siva, atau Agastya, ataupun seorang dewa setempat.

Selain itu, hampir di mana-mana, di Pulau Kalimantan terdapat bekas-bekas indianisasi yang kurang lebih jelas, sepanjang sungai-sungai Kapuas, Rata, dan Mahakam. Sebuah arca Buddha perunggu yang indah, gaya Gupta, ditemukan di Kota Bangun, di daerah Kutai; selain prasasti-prasasti yang telah disebutkan di atas, Kutai telah mengungkapkan dalam sebuah gua Gunung Kombeng, dan di muara Sungai Rata, area-area Bhramanis dan Buddhis yang jamannya belum diketahui.

Prasasti peninggalan Kerajaan Kutai

Prasasti peninggalan Kerajaan Kutai

Di Jawa, selain arca Buddha gaya Gupta yang ditemukan di bagian timurnya, peninggalan-peninggalan tertua tentang masuknya peradaban India adalah berupa empat prasasti yang ditemukan di bagian yang paling barat dari pulau Jawa, artinya di daerah Selat Sunda. Cendekiawan pembahas prasasti-prasasti itu menulis :

Penting artinya bahwa peninggalan-peninggalan tertua dari sebuah tempat pemukiman Hindu-Buddha ditemukan justru di bagian pulau ini, tempat pedagang-pedagang Belanda membangun loji-lojinya yang pertama, dan yang akan menjadi pusat penyebaran kekuasaan Belanda ke seluruh Nusantara. Posisi geografis pantainya di mana Batavia terletak terhadap Sumatra dan benua India, dan kelebihan-kelebihan khusus yang dapat diberikan oleh posisinya itu kepada pelayaran dan perniagaan, merupakan faktor-faktor yang dengan mudah menjelaskan kejadian yang serupa, yang tidak disebabkan oleh faktor kebetulan.

Prasasti-prasasti Sanskerta ini yang aksaranya agak kemudian dari aksara Mulawarman di Kalimantan dapat diperkirakan kira-kira dari tahun 450 M. Mereka dihasilkan oleh Purnawarman, raja negeri Taruma/Tarumanegara. Nama ini yang kekal sampai sekarang dalam nama Sungai Citarum, di daerah Bandung, yang terdapat di bagian selatan India kira-kira dua puluh kilometer di sebelah utara Tanjung Komorin. Prasasti-prasasti itu mengungkapkan bahwa Purnawarman yang berbicara tentang ayah dan kakaknya melakukan ritus-ritus aliran Brahmanisme, dan menekuni pekerjaan irigasi di dalam kerajaannya. Dua dari prasasti itu menggambarkan jejak telapak-telapak kakinya. Ada usul, dan mungkin saja usul itu benar, bahwa agar jejak itu dilihat sebagai lambang penguasaan daerah Bogor yang bersebelahan dengan daerah-daerah prasasti-prasasti tadi ditemukan.

Prasasti Ciaruten, peninggalan kerajaan Tarumanegara

Prasasti Ciaruten, peninggalan kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara masih ada pada abad ke-7 M, jika memang Tarunanegara-lah yang ada dalam Sejarah Baru Dinasti Tang yang disebut dengan nama To-lo-mo yang telah mengirim utusan ke Cina pada tahun 666-669 M.

Di Sumatra, seperti juga di Jawa dan Sulawesi, peninggalan arkeologi Hindu-Buddha tertua adalah sebuah arca Buddha gaya Amaravati. Arca itu ditemukan di sebelah barat Palembang, di sekitar Bukit Seguntang. Keistimewaannya ialah bahwa arca itu terbuat dari granit, batu yang tidak dikenal di Palembang; maka mestinya dibawa dari tempat lain, mungkin dari Bangka, pulau di sebelah timur Sumatra, yang konon sejak dini dikunjungi pelayar-pelayar India. Adanya arca Buddha di Palembang itu membuktikan kunonya masuknya peradaban India di daerah itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s