Kerajaan – kerajaan di Nusantara dan Raja – rajanya [2]

Ilustrasi Peta Kerajaan Aceh

12. Kerajaan Samudra Pasai

Samudra Pasai adalah kerajaan Islam Nusantara yang pertama. Letaknya di Aceh Utara (sekarang masuk Kabupaten Lhokseumawe) berdiri abad ke-13.

Raja – rajanya ialah :

a)      Sultan Malik al Shaleh, tahun 635 Hijriah atau 1297 Masehi.

b)      Sultan Muhammad bergelar Sultan Malik al Tahir.

13. Kerajaan Demak

a)      Raden Patah (1500 – 1518)

Pada awal 1500 M seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit. Dibantu para ulama, Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1513 armada Demak di bawah pimpinan Pati Unus menyerang Malaka tetapi gagal.

b)      Pati Unus (1518 – 1521)

Pati Unus terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor, hanya 3 tahun menjadi raja.

c)      Sultan Trenggana (1568 – 1586)

Sultan Trenggana adalah menantu dari Pati Unus. Tahun 1522 mempercayai seorang ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memimpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon dari Pajajaran.

Tahun 1546 Sultan Trenggana gugur dalam usahanya menaklukan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra sulung Sultan Trenggana) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan). Sunan Prawata naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang (anak Pangeran Sekar).

14. Kerajaan Pajang (1568 – 1586)

Jaka Tingkir (menantu Sultan Trenggana), berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan. Jaka Tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Kerajaan Pajang tidak lama berdiri. Setelah Sultan Adiwijaya wafat terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangiri (anak Sunan Prawata) mencoba merebut, digagalkan Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawa merasa tidak sanggup menggantikan ayahandanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada Sutawijaya, yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

15. Kerajaan Mataram Islam

Sutawijaya lebih dikenal dengan Panembahan Senapati (1586 – 1601). Panembahan Senapati wafat tahun 1601. Raja besar yang pernah memerintah adalah Sultan Agung (1613 – 1645).

16. Kerajaan Banten

Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon, maka dialah yang menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan, maka pada tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanudin sebagai Raja Banten yang pertama dan Faletehan memusatkan perhatiannya pada agama Islam di Gunung Jati, Cirebon.

Raja – raja yang lain ialah :

a)      Pangeran Yusup (1570).

b)      Maulana Muhammad (baru berusia 9 tahun), tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang.

c)      Abdulmufakir (baru berusia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumi Jayanegara.

Bangsa Belanda datang pertama kali di Indonesia (di Banten) tahun 1596.

17. Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka tidak terletak di kawasan Nusantara.

Raja – rajanya ialah :

a)      Paramisora, pelarian dari Majapahit, yang telah masuk Islam berganti nama menjadi Sultan Iskandar Syah.

b)      Sultan Mansyur Syah.

c)      Sultan Mahmud Syah.

Tahun 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis.

18. Kerajaan Aceh

Pada awal abad 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan Kerajaan Pedir.

Raja – rajanya ialah :

a)      Sultan Ibrahim, Aceh melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Aceh semakin maju karena Malaka dikuasai Portugis, sehingga pedagang Islam dari Arab dan Gujarat mengalihkan perdagangannya ke Aceh.

b)      Sultan Iskandar Muda (1607 – 1639) mencapai puncak kejayaannya.

19. Kerajaan Ternate

Berdiri kira – kira abad ke – 13. Abad ke – 14 Ternate menjadi kerajaan Islam. Masa pemerintahan Sultan Baabullah, Ternate mencapai puncak kejayaan. Tahun 1575 berhasil mengusir Portugis dari Maluku. Baabullah bergelar Yang Dipertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai Filipina.

20. Kerajaan Tidore

Merupakan kerajaan Islam di Maluku. Sempat diadu-domba oleh Portugis dan Spanyol, untuk berselisih dengan Kerajaan Ternate, tetapi berbaik kembali bahkan bersama – sama mengusir bangsa Portugis dari Maluku.

Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nuku, yang gigih berjuang mengusir Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera, Seram, Kai, sampai Ppua.

21. Kerajaan Makasar

Pada abad ke – 16 di Sulawesi Selatan terdapat 2 kerajaan yaitu Gua dan Tallo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa – Tallo atau Makasar dengan ibukota di Sombaopu, sebagi kerajaan Islam pertama di Sulawesi.

Raja – rajanya ialah :

1.      Raja Goa Daeng Manribia dengan gelar Sultan Alaudin. Mangkubuminya adalah raja Tallo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah.

2.      Sultan Hasanuddin, masa pemerintahannya mencapi puncak kejayaan.

22. Kerajaan Banjar

Dengan bantuan Kerajaan Demak, abad ke – 16, Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan menaklukkan Daha (sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan). Banjar adalah kerajaan Islam, dengan rajanya Raden Samudra yang telah masuk Islam ganti nama Sultan Suryanullah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s