Pembagian Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia [1]

Provinsi di Indonesia

1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam

Provinsi Nanggro Aceh Darussalam

Berdiri pada tanggal 7 Desember 1959 dengan dasar hukum UU No. 24 Tahun 1959. Daerah istimewa Aceh terleta di pulau Sumatra dengan luas 57.365,57 km persegi. Daerah istimewa Aceh terbentang pada posisi 2 derajat LU dan 95 derajat – 98 derajat BT. Nanggro Aceh Darussalam beribu kota di Banda Aceh.

Lambang Provinsi Aceh

Nanggro Aceh Darussalam mempunyai lambang yang disebut “Pancacita”. Pancacita ialah lima cita, yaitu keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan, dan kesejahteraan. Lambang Aceh berbentuk persegi lima yang bentuknya mirip kopiah (peci). Di dalam perisai itu terdapat dacin (alat timbangan), rencong, padi, kapas, lada, cerobong pabrik, kubah masjid (di antara padi – kapas), kitab dan kalam. Keadilan dilambangkan dengan dacin. Kepahlawanan dilambangkan dengan rencong, Kemakmuran dilambangkan dengan padi, kapas, lada, dan cerobong pabrik. Kerukunan dilambangkan dnegan kubah masjid. Sedangkan kesejahteraan dilambangkan dengan kitab dan kalam.

2. Provinsi Sumatra Utara

Provinsi Sumatra Utara

Berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 dengan dasar hukum UU No. 24 Tahun 1956. Terletak di Pulau Sumatra pada posisi 1 derajat – 4 derajat LU dan 89 derajat – 100 derajat BT. Luas Provinsi Sumatra Utara 71.680 km persegi. Provinsi Sumatra Utara beribu kota di Medan.

Lambang Provinsi Sumatra Utara

Provinsi Sumatra Utara mempunyai lambang yang terdiri atas padi dan kapas, perisai berbentuk jantung yang di dalamnya terdapat lukiasan bintang bersudut lima, pelabuhan, dan pabrik. Di tengah perisai terdapat gambar seorang menanam padi yang dikelilingi sawit, karet, ikan, dan daun tembakau. Perisai yang digantung denganrantai pada kepalan tangan di atas merupakan semangat menegakkan cita-cita rakyat Sumatra Utara. Tujuh belas kuntum kapas dan empat puluh lima butir padi merupakan simbol proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Bukit Barisan melambangkan tata kemasyarakatan yang luhur, bersemangat persatuan, dan gotong royong.

3. Provinsi Sumatra Barat

Provinsi Sumatra Barat

Berdiri pada tanggal 3 Juli 1958 dengan dasar hukum UU No. 61 Tahun 1958. Provinsi Sumatra Barat teletak di Pulau Sumatra pada posisi 0,30 derajat – 2 derajat LS dan 98 derajat – 102 derajat BT. Luas Provinsi Sumatra Barat 42.297 km persegi dengan ibu kota Padang.

Lambang Provinsi Sumatra Barat

Provinsi Sumatra Barat mempunyai simbol perisai segi lima. Di dalamnya terdpat lukisan kubah masjid dan bintang, rumah gadang, dan gelombang air. Kubah masjid melambangkan Islam sebagai agama utama rakyat Sumatra Barat. Bintang simbol Ketuhanan yang Maha Esa. Rumah gadang merupakan simbol semangat demokrasi, karena disitulah tempat rakyat bermusyawaah. Gelombang air merupakan simbol dinamika rakyat Sumatra Barat.

4. Provinsi Riau

Provinsi Riau

Berdiri pada tanggal 25 Juli 1958, dengan dasar hukum UU No. 61 tahun 1958. Provinsi Riau terletak di Pulau Sumatra pada posisi 1, 31 derajat – 2. 25 derajat LS dan 100 derajat – 105 derajat BT, serta 6, 45 derajat – 1, 45 derajat BB. Luas Provinsi Riau 94.561 km persegi, dengan ibu kota Pekanbaru.

Lambang Provinsi Riau

Provinsi Riau mempunyai lambang berbentuk perisai yang ditepinya terdapat rangkaian mata rantai berjumlah 45. Di dalamanya terdapat lukisan padi, kapas, gelombang laut, perahu lancang kuning, dan keris. Rangkaian mata rantai berjumlah 45 buah simbol tahun kemerdekaan RI. Padi dan kapas simbol kesejahteraan rakyat. Gelombang laut berjumlah lima melambangkan Pancasila sebagai dasar egara RI. Perahu lancang kuning melukiskan semangat rakyat Riau dalam mencari hasil laut yang melimpah ruah. Keris berhulu kepala burung serindit melambangkan kapahlawanan rakyat Riau berdasarkan kebenaran dan kebijaksanaan.

5. Provinsi Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau

Diresmikan pada tahun 2002 atas dasar tuntutan rakyat Riau Kepulauan. Provionsi Kepulauan Riau merupakan sempalan dari Provinsi Riau yang terdiri atas wilayah kepulauan dalam administrasi pemerintahan. Provinsi Kepulauan Riau terletak pada posisi 5 derajat LU – 1 derajat LS dan 105 derajat – 109 derajat BT dengan luas 11.195,52 km persegi. Provinsi Kepulauan Riau beribu kota di Batam.

Lambang Provinsi Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Riau, sebelah timur berbatasan dengan Kalimantan Barat, sebelah utara berbatasan dengan Singapura dan Laut Cina Selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Selat Karimata serta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi Provinsi Kepulauan Riau yaitu minyak bumi, bahan tambang lain, perikanan, dan pariwisata. Yang tidak kalah penting, wilayah perdagangan bebas dengan Singapura.

6. Provinsi Jambi

Provinsi Jambi

Provinsi Jambi berdiri pada tanggal 2 Juli 1958 dengan dasar hukum UU No. 61 tahun 1958. Provinsi Jambi terletak di Pulau Sumatra dengan luas 54.436 km persegi. Provinsi Jambi terbentang pada posisi 1 derajat – 3 derajat LS dan 101 derajat – 104 derajat BT, dengan ibu kota di Jambi.

Lambang Provinsi Jambi

Provinsi Jambi mempunyai lambang daerah berupa perisai segilima yang di dalamnya terdapat gambar masjid, keris, gong, dan bertuliskan “Sepuluh Jmbi Sembilan Lurah”. Perisai segilima melambangkan ketaatan beragama rakyat Jambi. Keris sebagai simbol kepahlawanan dan keberanian. Gong sebagai simbol jiwa musyawarah.

7. Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu berdiri pada tanggal 2 September 1967 dengan dasar hukum UU No. 9 tahun 1967. Terletak di Pulau Sumatra dengan luas 19.788 km persegi. Provinsi Bengkulu terletak pada posisi 5 derajat LS dan 101 derajat – 104 derajat BT, dengan ibu kota Bengkulu.

Lambang Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu mempunyai lambang berbentuk perisai dengan bertuliskan Bengkulu. Di dalamnya terdapat bintang, cerana, rudus (senjata), bunga Rafflesia Arnoldi, tangkai buah padi dan kopi. Bintang melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa, cerana melambangkan kebudayaan yang tinggi. Rafflesia Arnoldi (bunga bangkai) merupakan keistimewaan alam Bengkulu. Padi dan kopi simbol kesejahteraan. Di samping itu ada lukisan ombak berjumlah 18 garis, daun kopi berjumlah 11 lembar, bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 buah dan buah setiap tangkai berjumlah 8, yang semuanya menunjukkan tanggal 18 November 1968 (hari lahir Provinsi Bengkulu).

8. Provinsi Sumatra Selatan

Provinsi Sumatra Selatan

Berdiri pada tanggal 14 Agustus 1960 dengan dasar hukum Perpu No. 3 Tahun 1950. Provinsi Sumatra Selatan terletak di Pulau Sumatra pada posisi 1 derajat – 4 derajat LS dan 102 derajat – 103 derajat BT. Luas Provinsi Sumatra Selatan 113.339,07 km persegi. Ibu kota di Palembang.

Lambang Provinsi Sumatra Selatan

Provinsi Sumatra Selatan mempunyai lambang perisai bersudut lima, di dalamnya terdapat lukisan bunga teratai, batang hari sembilan, jembatan Ampera, dan gunung, serta di atasnya terdapat atap rumah khas Sumatra Selatan. Bunga teratai berkelompok lima melambangkan keberanian dan keadilan berdasarkan pancasila. Batang hari sembilan nama lain dari Provinsi Sumatra Selatan yang mempunyai sembilan sungai. Jembatan ampera merupakan ciri khas yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan. Gunung melambangkan daerah pegunungan yang banyak terdapat di provinsi ini. Atap rumah khas Sumatra Selatan yang berujung 17 dengan 8 baris genteng dengan jumlah 45 buah genteng merupakan simbol kemerdekaan RI 17-8-1945.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s