Menyoal Kemerdekaan Indonesia

Foto : google

17 Agustus Tahun ’45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia, tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap sedia
Membela negara kita

Demikian sepenggal lagu kemerdekaan Indonesia. Tepatnya hari ini, tanggal 17 Agustus, sudah 67 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan yang diraih dengan penuh darah dan air mata. Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh orang-orang terdahulu kita.

Kita memang sudah merdeka dari para penjajah. Namun efek yang ditimbulkan akibat 350 tahun dijajah Belanda + 3,5 tahun dijajah Jepang nampaknya masih tersisa. Malah diturunkan kepada generasi-generasi penerus bangsa hingga saat ini. Apakah efek yang ditimbulkan itu? Hmm mungkin agak kasar kalau saya bilang efeknya itu membuat mental bangsa Indonesia menjadi “mental jajahan”.

Tapi sejauh yang saya amati, walaupun saya mencoba menangkis anggapan itu dan berharap negeri ini masih menyimpan jiwa-jiwa patriotik pada segelentir orang, fakta bangsa Indonesia memiliki “mental jajahan” memang terbukti. Selama dijajah, bangsa Indonesia wajib melakukan kerja paksa. Bagi turunan priyai, mungkin mereka bisa terbebas dari kebijakan pemerintahan Belanda saat itu. Namun bagaimana dengan rakyat biasa?

Mereka diperlakukan bagai budak, padahal mereka adalah penduduk pribumi yang tanpa keterangan tersurat pun, telah sah mendiami tanah air ini. Namun mengapa mereka harus menjadi budak di negeri sendiri? Mengapa mereka harus melayani dan menjadi bawahan para bule itu, padahal para penjajah itu cuma numpang. Nampaknya ada hal yang membuat para penjajah betah berlama-lama menjajah bangsa kita ini. Rakyat Indonesia yang polos, dengan mudah terayu oleh iming-iming palsu para kompeni. Mereka sudah tahu dari awal bahwa Indonesia memiliki sejuta potensi alam yang mengagumkan. Tidak heran jika mereka ingin menguasai negeri ini. Sampai saat ini pun saya masih menemui orang-orang di sekitar saya yang merasa bahwa bule itu istimewa, bule itu spesial, mereka seakan mengagung-agungkan bule. Itulah contoh kecil dari “mental jajahan”.

Negeri kepulauan terbesar, negara bahari terbesar, negara maritim, zamrud khatulistiwa, berbagai macam gelar itu disandang oleh Indonesia. Sayangnya keelokan dan kesuburan tanah Indonesia dikelola oleh tangan-tangan asing. Kalau kata orang, “kita tinggal di atas emas, kita tidur di atas emas, namun kita tak pernah menikmati emas itu”. Memang benar, bukan kita yang menikmati segala hasil bumi dan kekayaan alam itu. Tapi perusahaan-perusahaan lah yang menikmatinya.

Sudahkah kita merdeka? Secara tertulis, sudah. Tapi apakah kita sudah merasa benar-benar merdeka? Selama perusahaan-perusahaan dan tangan-tangan asing ikut campur mengelola isi bumi pertiwi, selama masih banyak kemiskinan, selama masih banyak pengangguran, kita belum merdeka. Perlu diketahui, bangsa Belanda yang pertama datang sebelum mereka menjajah adalah dari VOC. VOC itu adalah sebuah organisasi. Itu adalah awal mulanya Belanda menjajah Indonesia. Otomatis, sebenarnya dulu Indonesia dijajah oleh organisasi. Sampai saat ini pun, Indonesia masih dijajah oleh perusahaan dan sebagainya. Kapitalisme, itulah yang membuat Indonesia hancur.
Baca juga : Waspada Jerat Kapitalisme

Kemerdekaan adalah sesuatu yang sakral yang diperoleh dengan perjuangan panjang rakyat-rakyat Indonesia di masa lalu. Tugas kita di masa sekarang, sebagai generasi muda, adalah menyambung kemerdekaan dengan cara memperbaiki diri kita menjadi bangsa yang cerdas. Mengadaptasi karakter-karakter para pejuang bangsa sejati dan membuang jauh-jauh “mental jajahan” yang secara tidak sadar masih melekat dalam diri.

Kemerdekaan bukan hanya soal upacara, perayaan agustusan, dan lomba-lomba khas agustusan, namun kebih kepada momen untuk memperbaiki kualitas bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s